MENU

Selasa, 19 November 2019

Pengalaman Sederhana Memanfaatklan Layanan Publik di Stasiun Surabaya Pasarturi

Pengalaman Sederhana Memanfaatklan Layanan Publik diStasiun Surabaya Pasarturi - Menurutmu apa arti sebuah perjalanan? Tentang diri sendiri, kah? Tentang berbagi lebih banyak? Atau tentang melonggarkan hati yang selama ini sesak? Yang jelas perjalanan, membuat kita merasakan rindu akan rumah. Rindu dihadiahi pelajaran dan alasan mengapa kita bisa bertemu dengan seseorang di sebuah perjalanan.



layanan publik surabaya pelayanan publik di siola surabaya e-kios pelayanan publik surabaya pelayanan publik kota surabaya kios pelayanan publik surabaya kantor pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya mal pelayanan publik surabaya sejarah mall pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya perpanjang sim pengaduan layanan publik surabaya pengaduan pelayanan publik surabaya pelayanan publik siola surabaya



Tahun 2018 lalu, saya pernah melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Saya pergi ke Jember karena mendapatkan undangan untuk mengexplore tempat-tempat eksotis di sana, bersama 14 blogger lain yang datang dari belahan bumi berbeda.

Karena terkendala budget yang tipis, saya memilih beberapa jalur perjalanan kereta yang harus transit di setiap kota. Perjalanan yang saya mulai dari stasiun Pekalongan, dari sana saya harus transit di stasiun Semarang selama 7 jam untuk menunggu kereta malam yang datang dari Jakarta. Setelah itu saya harus transit bermalam menunggu pagi buta di stasiun Surabaya, barulah dari Surabaya perjalanan berlanjut ke stasiun Jember.

Bermalam di Stasiun Surabaya Gubeng


layanan publik surabaya pelayanan publik di siola surabaya e-kios pelayanan publik surabaya pelayanan publik kota surabaya kios pelayanan publik surabaya kantor pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya mal pelayanan publik surabaya sejarah mall pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya perpanjang sim pengaduan layanan publik surabaya pengaduan pelayanan publik surabaya pelayanan publik siola surabaya


Awalnya saya sempat bingung antara stasiun kereta api Gubeng dan Pasarturi, ternyata keduanya beda jalur kedatangan. Kalau yang dari stasiun Pasarturi biasanya lewat jalur Utara, seperti saya yang dari Semarang, Jakarta, Pekalongan. Sementara yang Gubeng kereta yang lewat dari jalur Selatan, seperti dari Madiun atau Jogja. Kerena tujuanku ke Jember pada saat itu, harus naiknya dari Gubeng.

Hampir pukul 02.00 WIB saya sampai di Pasarturi, dan memutuskan untuk langsung ke Gubeng saja meski pada akhirnya saya mampir dulu ke warung makan yang ada di Surabaya yang terkenal atas seseorang kenalan yang bertemu di kereta. Bagaimana saya tidak jatuh cinta dengan Surabaya? Ada saja orang-orang yang saya temui, dan mereka dengan senang hati mengajak jalan. Meski pertemuan pertama kami hanya di sebuah gerbong kereta.


layanan publik surabaya pelayanan publik di siola surabaya e-kios pelayanan publik surabaya pelayanan publik kota surabaya kios pelayanan publik surabaya kantor pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya mal pelayanan publik surabaya sejarah mall pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya perpanjang sim pengaduan layanan publik surabaya pengaduan pelayanan publik surabaya pelayanan publik siola surabaya


Perut yang kenyang membuat saya lumayan lega, karena bisa senderan di emperan depan stasiun kereta api Gubeng. Oleh bapak Satpamnya, saya tidak dimarahi meski beliau memberikan tatapan. Mungkin beliau tahu, saya adalah orang yang sedang melakukan perjalanan panjang dan butuh tempat buat senderan hehehe ... maka beliau memperbolehkan saja, toh pintu masuknya sudah tutup. Karena kereta saya masih pukul 05.00 WIB, dan takut terlambat saya memilih posisi yang pas berada di pintu masuknya. Cari yang aman, karena sendirian. Walaupun pada akhirnya saya tidur ala ayam, sebentar melek sebentar merem untuk jaga-jaga supaya tidak ketinggalan kereta. Soalnya alarm kadang tidak berlaku, bagi orang-orang yang merasakan lelah dan kantuk luar biasa, ya kan? Itulah pengalaman saya bermalam di stasiun Surabaya Gubeng, yang nyaman meski diemperan.



Untunglah Masih Satu Jam Lagi Waktu Menunggu


layanan publik surabaya pelayanan publik di siola surabaya e-kios pelayanan publik surabaya pelayanan publik kota surabaya kios pelayanan publik surabaya kantor pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya mal pelayanan publik surabaya sejarah mall pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya perpanjang sim pengaduan layanan publik surabaya pengaduan pelayanan publik surabaya pelayanan publik siola surabaya


Sepulang dari Jember dalam perjalanan kereta menuju Gubeng, saya memesan tiket dengan tergesa-gesa. Waktu yang saya perkirakan sudah saya duga agak mepet, saya menyempatkan diri dahulu untuk makan dan sholat di depan stasiun Gubeng. Rencana untuk mampir berkeliling sebentar kandas, apalagi untuk berfoto dengan ikon buaya yang gede itu, gagal total hehehe ... kerena takut terlambat.

Ojek online yang sudah marak di Surabaya langsung saya pesan, tergopoh-gopoh saya mencari layanan umum di stasiun Pasarturi. Karena merasa tidak percaya diri dan takut akan keterlambatan waktu itu. Saya menunjukkan booking tiket yang saya pesan online, pegawai menatap saya dengan pandangan agak terkejut sepertinya. Saya melihat dari ekspresinya waktu itu.

"Oh ini, masih satu jam lagi, Mbak," ucap pegawai stasiun itu dengan ramah dan tersenyum. Hatinya cantik, secantik parasnya. "Mbak boleh duduk di ruang tunggu, kalau takut terlambat," tegasnya memberikan intonasi pada kalimat, 'kalau takut terlambat'. Sepertinya Mbak pegawai tahu saya sendirian dan takut ketinggalan.

Tapi waktu menunggu satu jam masih lama, hmm ... tidak saya pikir lama lagi saya berputar mengelilingi stasiun kereta Pasarturi. Ada kereta api yang sengaja di pajang di area taman, langsung jadi sasaran saya untuk berfoto. Ketika sudah sampai di dalam kereta pun saya juga berpose, untuk mengabadikan kenangan bahwa saya pernah mampir lho ke Surabaya hehehe ... Saya juga meminta bantuan mas masinis untuk memotretkan saya di depan palang kereta dengan tulisan Surabaya Pasarturi. Entah kapan saya bisa singgah ke sini lagi, yang jelas momen ini harus diabadikan dalam jepretan kamera.

layanan publik surabaya pelayanan publik di siola surabaya e-kios pelayanan publik surabaya pelayanan publik kota surabaya kios pelayanan publik surabaya kantor pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya mal pelayanan publik surabaya sejarah mall pelayanan publik surabaya mall pelayanan publik surabaya perpanjang sim pengaduan layanan publik surabaya pengaduan pelayanan publik surabaya pelayanan publik siola surabaya


Demikianlah kehidupan, kadang tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Meski begitu, tidak perlu menyalahkan diri sendiri maupun orang lain.  Yang jelas, apapun perjalanan yang kita lalui, adalah terjadi karena campur tangan-Nya. Dia tahu yang terbaik. Seberapa jauh perjalanan yang pernah kamu tempuh dan seberapa menggembirakannya perjalanan tersebut. Yuk ceritakan! Terima kasih atas layanan publik di stasiun Surabaya, baik Pasarturi maupun stasiun Gubeng. Bagi pendatang seperti saya yang ketakutan ketinggalan kereta, terima kasih sudah menenangkan kepanikan ketika itu dan memersilakan dengan baik untuk duduk di ruang tunggu. Terima kasih untuk kekuatan Tuhan yang sudah dengan baiknya menjaga, dalam setiap perjalanan. Mari selalu berprasangka baik, terhadap apapun yang ada di hadapan kita. Salam. (*)


Cerita ini diikutkan dalam 'Surabaya Blog Competition' #LayananPublikSurabaya #BanggaSurabaya







Penyelenggara Acara Humas Surabaya :

Twitter             : @banggasurabaya
Instagram         : @surabaya
Facebook         : Bangga Surabaya

Sumber Tulisan :

Pengalaman pribadi dan dokpri
Edited foto sendiri by Canva

15 komentar :

  1. Aku kageet pas di Pasar Turi tiba-tiba klakson kereta yang dipajang di depan Stasiun berbunyi 😄, ya allah.. heheheh

    BalasHapus
  2. Whuaaa, ternyata dirimu watu itu transit d Sby tho Mbaaaa
    Tahu gitu aku samperin ke Gubeng :D
    Besok2 misalnya ada trip kayak gini, kabarin aja ya.
    kalo lagi selo, insyaAllah daku ampiri

    BalasHapus
  3. Petugas layanan publik sekarang memang ramah2 dan sangat membantu ya, nyi.

    BalasHapus
  4. sudah lama banget gak merasakan stasiun Kereta Pasar Turi lagi jadi kangen Surabaya nih.. semoga ada waktu dan kesempatan ke Surabaya kembali

    BalasHapus
  5. Wah keren inap di Gubebg. Aku Dulu sering ke Gubeng mba, kunjungi teman di dekat Galaxy mall.

    BalasHapus
  6. Wah asyik banget pengalamannya

    Semoga menang ya

    BalasHapus
  7. Aku sepertinya belum pernah pakai stasiun ini. Paling pol Gubeng, Wonokromo sama stasiun semut. Eh pasarturi udah Ding sekali doang dan lali macem apa suasana di sana

    BalasHapus
  8. kenapa pas awal aku bacanya stasiun pasutriiiii? wkwkkw
    AKu belum pernah ke Surabaya naik kereta. So far selalu jalur darat, tapi pake mobil.
    perjalanan terjauh aku naik kereta pas ke solo dan jogja. Yaa searah dan deket banget itu. Berangkat malem, paginya udah nyampe deh. Tapi enak juga keretanya. bersih.

    BalasHapus
  9. Memoriable bgt ya mbak. Setidaknya jadi pengalaman yg tak terlupakan. Sampe bisa tidur2 ayam di stasiun utk nunggu kereta

    BalasHapus
  10. Klo pas nunggu agak lama di gubeng bisa jalan2 ke monkasel atau ngadem di delta plaza..

    Klo di pasar turi bisa jalan2 ke jalan semarang, berburu buku

    BalasHapus
  11. Kayaknya sekarang boleh aja ya nginap di ruang publik kayak ruang tunggu stasiun atau bandara. Aku juga pernah tidur di bandara karena takut ketinggalan pesawat. NYI, kalo sendiri, yang motoin siapa tuh, hahhaaa kepooo

    BalasHapus
  12. stasiun kereta api Gubeng ini populer juga ya. Sering banget denger tapi belum pernah singgah. Semoga bsok bisa Napak kesana. Kalau pas jalan2 ke Surabaya. Hehe

    BalasHapus
  13. Looo....kotaku, rek!
    MashaAllah~

    Aku biasanya turun di Gubeng, Nyi...tapi wes suwii ra tau nitih kereto.
    Apakabar Surabayaku?
    Apa dia tertanam indah (kenangan) di hatimu, cantik?

    BalasHapus
  14. Kirain stasiun nya Surabaya cuma satu doang ternyata ada 2 hehehe. Ini kaya stasiun kiaracondong sama stasiun bandung nya klo di Bandung hehehe

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, pengen ke Sby lagi. Soalnya kemarin belum sempet Explorer Surabaya

    BalasHapus