Featured Post

Pengalaman Saat Pandemi Corona Dua Kali Masuk Rumah Sakit

Ayo Ikut Gerakan Jadi Sponsor Anak

 

Ayo Ikut Gerakan Jadi Sponsor Anak - Anak merupakan bagian dari diri kita, refleksi nyata yang ada. Jadi tangungjawab untuk memberikan pembelajaran yang baik, adalah tugas besar kita sebagai orang tua.








 

Seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya,  oleh sebab itu segala kebaikan yang wajib kita ajarkan kepada anak bermula dari rumah. Nah berikut ini ada empat hal yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua kepada anak.

 

 

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua Kepada Anak-anaknya

 

 

 

Menjadi orangtua bukanlah pekerjaan yang gampang, demikian juga menjadi anak-anak bukan perkerjaan mudah ketika merawat orang tua yang sudah renta. Namun memastikan mereka dapat tumbuh, terawat dengan baik adalah sebuah kewajiban.

 

Pengaruh orang tua sangat besar untuk anak-anak, apa yang kita lakukan sering diikuti oleh mereka. Jadi usahakan berprilaku baik, ketika di hadapan anak-anak, hal tersebut bisa membentuk kepribadiannya. Disinyalir dari The Kid Counselor, ini dia 4ucapan orang tua yang wajib diubah ke arah yang lebih baik.

 

 

Hindari dalam Berkata Tidak atau Jangan

 

 

Kata 'tidak', memiliki konotasi yang negatif atau mengakibatkan hal yang terjadi sebaliknya. Maka ketika seroang anak diberikan peringatan yang mengandung kata 'tidak' atau 'jangan' biasanya justru akan mealkukan kebalikannya.

 

Sebagai orang tua yang baik, ubah kata 'tidak' tadi menjadi kata yang labih halus. Misalnya anak-anak yang  sedang berlarian. Orang ta pastinya khawatir mereka terjatuh, jadi ubah kata tersebut menjadi.

 

"Jangan berlari, Nak!" (Salah)

"Berjalan dengan pelan-pelan saja ya, Nak!” (Benar)

 

 

 

Berikan Anak-anak Pujian Atas Usahanya

 

Ketika kita mengajak anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan, misalnya dalam memasak. Ajari anak untuk memetik sayur dengan benar, misalnya sayur bayam yang diambil pucuknya ini. Jika mereka dengan mudah mengerjakan, berikan mereka pujian ketika berhasil menjalankan kegiatan dengan baik. Seperti :

 

"Triana hebat!"

 

"Triana keren, ya? Membantu pekerjaan Ibu, sampai selesai."

 

 

 

Belajar Mendengarkan Kata Anak-anak

 

Manusia memang mahkluk paling egois, kadang diberitahu tidak mau. Merasa paling benar sendiri. Dalam mendidik anak tidak dibenarkan berlaku demikian. Apabila si kecil sedang menghadapi masalah, atau melakukan kesalahan sebagai orang tua sebaiknya kita mendengarkan dahulu apa yang diutarakan anak. Tidak lantas langsung menjudge mereka bersalah. Kita ajak anak berdiskusi dan pahami anak maunya bagaimana. Dengan begitu keduanya akan sama-sama belajar mengenal.

 

 

Memaksa Anak Menuruti Kemauan Kita

 

Kehendak orang tua kebanyakan harus dituruti anaknya. Padahal anak ingin menolak, tidak mau terkadang tapi tidak diberi kesempatan untuk protes. Misalnya nih, "Bunda maunya, Tiara begini. Tiara harus nurut!"

 

Kenapa tidak diganti dengan kalimat yang lebih halus lagi? Seperti ini, "Apa yang Bunda inginkan, itu karena ingin yang terbaik buat kamu, Nak. Bunda tidak ingin, Tiara kenapa-kenapa."

 

            Nah, semoga empat hal di atas menjadikan sedikit informasi, untuk kita para calon orang tua menjadi lebih baik lagi aamiin.

 

 

 

Mengikuti Gerakan Sponsor Anak bareng Wahana Visi Indonesia

 

 

 






Wahana Visi Indonesia, yang disingkat dengan WVI ini merupakan yayasan kemanusiaan dengan pendekatan tanggap darurat, pengembangan masyarakat dan advokasi. Yang ingin membawa perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI ingin bekerjasama dengan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, etnis, dan gender. WVI sudah ada di 58 wilayah layanan di Indonesia, dan 14 provinsi di seluruh Indonesia.

 

           

            Lantas bagaimana jika kita ingin berkontribusi menjadi Sponsor Anak? Bisa banget tinggal akses website wahanavisi.org aja. Di sana banyak sekali informasi yang disampaikan. Ada 4 tahapan untuk menjadi sponsor anak.

 

Pertama, temukan anak yang membutuhkan dukungan anda

Kedua, isi formulirnya

Ketiga, konfirmasi donasi

Keempat, staff WVI akan menghubungi anda

 

 

Sementara tentang sponsor anak ini adalah cara yang mudah dan efektif untuk mendukung masa depan anak-anak Indonesia. Di berbagai wilayah yang paling membutuhkan, yang bisa jadi pemerintah belum terjun langsung ke sana. Jika anda ingin berkontribusi menjadi seorang sponsor, anda bisa turut membantu anak melalui program pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan penguatan perekonoian keluarga.

 

Untuk donasinya perbulan seberas Rp200.000,- dan disalurkan dalam bentuk program dalam 4 sektor utama Wahana Visi, yakni Kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan perlindungan anak.

 

Ira Puspita, salah satu Sponsor Anak WVI mengungkapkan, "Saya rindu mereka mendapatkan hak-hak merekasebagai anak, seperti pendidikan yang layak, dan hidup di lingkungan yang aman. Dari situ saya tergerak untuk menjadi salah satu sponsor anak."

 

 

 

Hasil Donasi Sponsor Anak untuk Apa Saja?

 

 






 

Maka jadilah saksi momen pertama mereka, dalam membantu anak-anak Indonesia. Hasil donasi yang sudah di salurkan ke Wahana Visi Indonesia, akan digunakan untuk mendukung anak-anak yang kurang mampu mendapatkan momen pertamanya, yang sering disebut dengan Campaign World First.

 

 

Momen pertama tersebut adalah :


 

  • Pertama kalinya mereka merasakan meminum air bersih
  • Pertama kalinya mereka punya toilet di rumahnya
  • Pertama kalinya mereka menikmati hidangan dengan menggunakan piring dan sendok
  • Pertama kalinya mereka mengonsumsi makanan bergizi dan sehat
  • Pertama kalinya mereka belajar di sekolah
  • Pertama kalinya mereka bisa menggunakan sepatu untuk ke sekolah
  • Pertama kalinya mereka belajar berkomunikasi dan berbicara di ajang internasional

Dan masih banyak momen pertama yang lainn bagi mereka semua, maka jangan putus sampai di sini informasi ini.

 

Akhir kata, mari kita donasikan sebagian harta yang kita miliki, untuk mereka dengan menjadi sponsor anak bareng Wahana Visi Indonesia. Siapa lagi kalau bukan kita?

Komentar

  1. Beberapa poin di Momen pertama itu bikin aku sedih lho, minum air bersih kan salah satu hak asasi manusia agar tetap sehat ya

    BalasHapus
  2. Pernah dengar WVI ini membersamai anak-anak di Alor dan berbagai kegiatan lain yang tentunya sangat membantu anak-anak. Semoga makin banyak anak-anak Indonesia yang merasakan manfaatnya

    BalasHapus
  3. Program yang bagus nih dari WVI. Kalau makin banyak donatur yang menyumbang, anak-anak bisa merasakan hal pertama yang menyenangkan.

    BalasHapus
  4. Iya karena belum merata semua anak Indonesia mendapatkan hak mereka. Ini gerakan sponsor anak bisa jadi langkah baik barengan dg program pemerintah untuk masa depan anak.

    Siap coba ku cekideh wahanavisi.org . Thanks kak 😊

    BalasHapus
  5. wah aku malah tetap memakai kata jangan, supaya anak tau batasan, apa yang boleh dan tidak boleh, karena dunia tidak semudah itu, tetap harus ada laranngan hehe imho, tiap ortu pasti punya preferensi yang berbeda sih ya..

    BalasHapus
  6. Bisa jadi pilihan nih buat yg mau donasi, apalagi donasinya buat masa depan anak, bagus tujuannya

    BalasHapus
  7. Bagus banget ininyah kak gerakan jadi sponsor anak. Untuk donasi sebesar 200.000 sebulan ini apakah harus rutin ? Misal hanya sesekali apakah diperbolehkan? Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kelapangan rejeki untuk membantu aamiin 🤗

    BalasHapus
  8. setuju sekali kak... dalam merawat anak memang hrs pintar terutama jangan memprovokasi. sering kasih reward..

    BalasHapus
  9. Programnya bener-bener keren banget mbak. Nggak bisa dibayangin emang jadi anak-anak yang lahir di pedalaman yang serba sulit mau akses apapun. Udah seharusnya kita yang berkecukupan ikut bantu. Semoga semakin banyak yang bergabung WVI ya. Aamiin.

    BalasHapus
  10. Kalau aku sih kata "Jangan" tetep diperlukan sih mbak. Ya, tapi tetep sesuaikan dengan kondisi psikis si anak hehehe

    BalasHapus
  11. Sponsor anak ini kalau gak salah ada di mall-mall bukan Nyi...untuk membantu kesejahteraan anak, kudu banget masyarakat bersinergi.
    Semoga kesejahteraan anak-anak bisa semakin terjamin dimana pun mereka dilahirkan.

    BalasHapus
  12. Daku juga kadang suka maksain kehendak ke keponakan, harusnya dengerin dulu ya dan kasih penjelasan dengan yang dia mengerti

    BalasHapus
  13. Wah ini bisa jadi edukasi untukku bila nanti punya anak,makasih ya mbaa

    BalasHapus
  14. Anak afalahwarisan bangsa ini. Karena masa depan bangsa dapat dilihat dari generasi anak-anak. Jadi wajjb support anak

    BalasHapus

Posting Komentar