Featured Post

Min Yoo Jung Tokoh Drama Korea Wanita Pekerja Keras di Must You Go

Belajar Berdamai dengan Pandemi

 

Belajar Berdamai dengan Pandemi – Dua kali sudah di tengah pandemi saya keluar masuk rumah sakit. Bukan saya yang sakit, tapi Emak mertua. Bukan juga karena Covid-19, tetapi diabetesnya mulai kambuh lagi mendekati angka limaratus. Beliau juga punya riwayat darah tinggi, asma, dan asam urat. Tubuhnya lemas, kakinya nggak bisa buat jalan, dan tangan kiri seperti lumpuh tidak bisa mengangkat dengan sendirinya.






 

"Ibuk harus rawat inap, di rujuk ke rumah sakit, ya?" ucap Bu Dokter Puskesmas yang memeriksa beliau, "kalau nggak dirawat ibu bisa lumpuh!" tegas Bu Dokter lagi. Membuat emak mertua langsung mengangguk.

 

Sebelumnya, saya dan mas suami sudah merayu, sampai bibir ini berbusa agar emak mau diperiksa. Lagi-lagi beliau menggeleng, makin hari mungkin beliau sadar sendiri nggak bisa jalan seperti biasanya. Karena Emak masih punya tiga anak perempuan, kami lantas berdiskusi melalui confrence telepon. Berempat ngobrol, untuk mengambil langkah bijak. Ini semua demi kesehatan emak, tetapi ipar saya tidak menyetujui.

 

"Nanti kalau periksa dikira corona bagaimana?"

 

"Dokter mau nggak ya datang ke rumah memeriksa?"

 

"Sementara di rumah saja. Bahaya kalau dianggap corona."

 

Jujur saya kecewa, ini menurut saya sudah parah. Emak nggak bisa jalan, tangannya juga nggak bisa lagi di angkat, setiap hari merintih apalagi malam hari. Nggak bisa bikin nyenyak tidur lah intinya. Saya miris, antara mengasihani emak dan mengasihani diri saya sendiri. Saya diskusi kembali berdua dengan suami. Ini nggak bisa dibiarkan. Ipar saya karena tidak ngadepin, istilahnya merawat dan tinggal bersama kami mana bisa mengerti posisinya.

 

"Mas, kalau nggak corona ya nggak usah takut. Wong jelas-jelas emak itu diabetes, tahun lalu kan masuk rumah sakit juga to?" Mas suami manggut-manggut, membenarkan.

 

"Aku juga nggak tega, Dek ..." balas mas suami.

 

Dan benar saja, tengah malam beliau yang biasanya bisa pipis sendiri menggunakan ember, jatuh karena nggak seimbang dan lemas. Saya, mas suami, dan bapak mertua berembug. Intinya besok kudu periksa, nggak bisa dibiarkan. Apalagi menganggap sebelah mata. Drama menuju puskesmas juga penuh perjuangan. Emak nggak bisa diboceng motor karrna lemas pun beliau gemuk, nggak ada mobil yang bisa dipinjam untuk membawa beliau ke puskesmas, jarak puskesmas jauh dari rumah. Andai kami hidup di tengah kota, pastilah tinggal calling ojol, tapi sayangnya untuk menuju jalan pantura membutuhkan waktu setnegah jam. Akses ojol tidak masuk ke sini, mau ditunggu sampai jenggotan juga tidak ada yang nyaut drivernya. Untunglah ada tukang becak kenalan bapak mertua yang mau mengantarkan.

 

Begitu dokter bilang harus rawat inap, langsung saja keperluan dokumen di urus dan tinggal menunggu ambulan pengantaran untuk ke kota Kabupaten. Sebelum itu kami juga ditanyai banyak hal, apa ada riwayat keluarga yang bepergian di luar kota? Baik dari dokter sendiri, dan bagian pengurusan surat-surat. Karena memang tidak ada, kami menjawab jujur apa adanya. Wong saya dan mas suami di rumah saja.

 

Sesampainya di rumah sakit dan emak mendapatkan perawatan dengan baik, saya dan suami lega. Langkah yang kami tempuh sudah benar, mengupayakan apa yang masih bisa diusahakan. Akhirnya ipar saya mau datang juga menggantikan jaga, ditambah orderan masker yang belum kami kerjakan ada ratusan buah menunggu diselesaikan. Di mana masa pandemi semua orang butuh perlindungan, dan masker merupakan alat perlindungan diri paling utama ketika bepergian.

 

Di saat semua orang harus waspada berdiam diri di rumah, saya dan mas suami justru berada di rumah sakit. Menunggui Emak yang terbaring lemas. Mustahil tidak ada perasaan khawatir dalam diri, tapi saya dan mas suami saling menguatkan dan berpasrah. Lha kalau tidak ditangani takutnya emak semakin parah. Allhamdulillah Allah sebaik-baik penjaga, sampai dengan emak pulang. Saat ini Emak sedang masa pemulihan, mohon doa-doa terbaiknya untuk beliau. Tercatat di tahun 2020 emak sudah masuk rumah selama dua kali, di bulan berbeda. Bulan April dan bulan kelahiran saya, November.

 

Mengambil Makna Dibalik Covid-19

 

 






 

Sampai dengan hari ini Sabtu 20 Maret 2021, pademi Covid-19 sudah menyebabkan kematian di berbagai wilayah. Virus yang mematikan ini sudah merenggut 39.339 jiwa, 1.278.965 sembuh, dan 1.450.132 positif, sumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Sedikit flash back, Covid-19 ini muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina 31 Desember 2019. Kemudian menyebar begitu cepatnya, ke seluruh negeri dan tidak memandang usia. Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan tindakan ptareventif dan kuratif untuk menghentikan penyebarannya. Prtotokol kesehatan harus diterapkan dengan mengimbau agar dilakukannya pembatasan fisik. Presiden Jokowi memberikan intruksi kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk belajar dari rumah, bekerja, belajar, dan berkegiatan di rumah saja.

 

Virus corona sendiri bermula dari hewan liar kelelawar dan teringgiling yang menginveksi manusia, melalui kontak langsung (zoonosis), seperti halnya virus yang sudah ada lebih dahulu; SARS, MERS, dan Virus West Nile. Pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, merupakan anjuran penting yang harus ditaati agar tida tertular dengan penyebaran virus ini. Sugiyo Saputra, ahli mikrobiologi LIPI mengatakan jika virus ini timbul karena masalah lingkunga. Ada 60 persen penyakit infeksi penyakit zoonosis berasal dari hewan, sementara 2/3 lainnya dari satwa liar. Analisis yang sudah diteliti menyebutkan jika sejumlah penyakti baru muncul yang ternyata dikontribusikan dari aktivitas manusia itu sendiri terhadap alam. Seperti perambahan ke kawasan liar, hutan, dan perubahan demografi manusia (Wijaya, 2020). Yang kalau disimpulkan menjaga dan melestarikan lingkungan dan alam menjadi kunci, agar tidak muncul wabah sejenis lagi di waktu mendatang.

 

Namun, pandemi Covid-19 ini tidak selamanya berarti buruk. Ada banyak hal positif yang bisa diambil hikmahnya. Kondisi bumi jadi lebih sehat, udara jadi lebih segar karena tidak adanya polusi. Aktivitas pabrik juga berkurang, disinyalir dari Science Alert akhir Maret 2020 bahwa bumi perlahan-lahan menjadi membaik, lubang ozon akibat meningkatnya pemanasan global mulai tertutupi. Tidak hanya itu, adanya pandemi membuat manusia di seluruh belahan bumi saling peduli satu sama lain, saling menyemangati untuk terus bertahan.

 

Pernahkah mendengar tentang filosofi kupu-kupu yang hadir dari metamorfosis sempurna? Dari telur, larva, pupa, imago dewasa, kepompong kemudian menjadi kupu-kupu yang cantik. Di saat pembatasan sosial diberlakukan, seluruh aktivitas di luar berhenti dan melakukan kegiatan dari dalam rumah. Kita ibarat kupu-kupu tersebut, yang menjadikan rumah sebagai ‘kepompong kehidupan’ (Hardiyan, 2020). Work from home, learning from home, social distancing, ini memberikan pemaknaan yang luar biasa. Kita jadi lebih banyak mengingat kematian, mensyukuri masih diberikan cukup waktu, dan bisa lebih dekat lagi dengan Tuhan, pemilik alam semesta ini.

 

Allhamdulillah kabar vaksin COVID-19 yang sudah ada di Indonesia membuat sedikit berlega hati, meski yang mendapatkan masih tahap terbatas. Siti Nadia Tarmizi juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan jika, "Saat ini tujuh juta vaksin sudah siap untuk didistribusikan dan akan segera sampai di 34 provinsi."

Beberapa sahabat saya yang mengemban tugas sebagai tenaga medis, sudah melakukan dua kali vaksinasi Covid-19. Saya sempat mengobrol dengan mereka bagaimana setelah divaksin rasanya. Ada yang bilang awalnya nervous, deg-gegan, grogi, dan lain sebagainya. Seteah divaksin ya pegel sehari dua hari, setelahnya biasa lagi.

 

"Maem aja dulu biar nggak pusing sebelum divaksin," pesan Nur Khayati sahabat saya yang jadi perawat dari rumah sakit swasta di Kendal.

 

"Jaga kesehatan fisik dan mental. Cukup istirahat dan jangan begadang, terus berdoa ini demi mengatasi pandemi," ucap Santi Artanti tenaga medis di Departemen Radioterapi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, "kalo vaksinnya di tempat yg rame (antrian banyak), usahakan bawa tensimeter sendiri kalo punya. Abis vaksin juga kalo bisa jangan main ke mana-mana, tetep 5M. Karena antibodi baru terbentuk kurang lebih sebulan sejak vaksin kedua," lanjut Kak Santi kemudian.







 

Mari kita selalu ikhtiar kepada Allah dan percaya bahwa apa pun yang menjadi kehendak-Nya itulah yang terbaik. Wabah Covid-19 telah mengubah dunia, membuat kita jadi intropeksi diri masing-masing. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sehat, sehingga bersama bisa menghasilkan wajah baru dunia yang lebih baik untuk peradaban manusia selanjutnya. Ingat untuk jangan malas bekerja setelah Covid-19 selesai, harus kembali rajin ke sekolah, dan jangan malas sholat berjamaah. Sehat selalu, bahagia terus, dan dilimpahi oleh-Nya kasih sayang yang tiada habisnya.

 

 

Di Rumah Saja Bukan Berarti Tidak Bisa Melakukan Apa-apa



 

Allhamdulillah berkecimpung di dunia tulis menulis, dan ngeblog membuat saya bertemu dengan banyak sahabat hebat. Saya juga bergabung dengan sebuah komunitas blogger, ialah Komunitas Bloggercrony Indonesia. Tidak hanya rejeki persaudaraan saya dapatkan, tetapi juga rejeki yang berbentuk materi, ilmu, dan saling mendukung untuk menorehkan karya.

 

Awalnya mengenal Bloggercrony waktu itu ada event di Semarang, saya bertemu dengan mbak Yayat sebagai koordinator acara. Beliau sangat ramah dan humble banget, kesan pertama yang begitu baik membuat saya merasa nyaman. Pemateri luar biasa dihadirkan, Pak Anwari Natari, pengawas komunitas Bloggercrony Indonesia, dosen bahasa Indonesia, editor lepas, dan trainer kepenulisan. MasyaAllah, limpahan materi diberikan dan bertabur hadiah menggiurkan. Saya masih ingat, saya mendapatkan hadiah pertama karena ngetwitt paling banyak dan diajak untuk mengikuti acara pengambilan obor Asian Games di Mrapen.

 

Bloggercrony tidak membiarkan siapa saja yang bergabung mengikuti acara, lantas selesai. Tapi ada jalinan networking berkelanjutan. Siapa saja yang sudah pernah ikut event bloggercrony boleh join, masuk ke grup WhatsApp. Barokallah. Dari sini saya mengenal sema tim Bloggercrony, dan akhirnya juga masuk ke Bloggerpreneur yang mengantarkan saya lebih banyak lagi menimba ilmu tentang berwirausaha.

 

Salut dengan visi yang dibawa oleh Bloggercrony, yakni meningkatkan kualitas diri dan profesi untuk bertumbuh dengan jejaring positif dan bermanfaat untuk diri dan lingkungan. Demikian juga dengan misinya, menjadi fasilitas untuk blogger menghasilkan konten yang berkualitas, dan bisa memberikan manfaat.

 


Keluarga Jempolan di BloggerDay 2021

 

 

Komunitas yang sudah menaungi saya beberapa tahun ini, sudah mencapai ulang tahunnya yang ke-6. Barokallah sudah semakin dewasa, dan makin solid dengan banyaknya program yang digagas. Saya sempat mengikuti acara ulang tahun yang ke-4 Bloggercrony, pas di Bandung. Pengalaman yang luar biasa dan mengesankan. Sementara ulang tahun ke-5 dan 6 di selenggarakan online. Pada tahun ke-5 saya tidak sempat ikutan, tapi allhamdulillah bisa berkontribusi bekerjasama dengan membuat masker. Baru di tahun ke-6  saya mengikuti bloggerday secara online.

 

Acara bloggerday ke-6 melalui daring ini luar biasa seru, dan banyak program acara yang sayang dilewatkan. Pun bertabur banyak hadiah, seperti yang sudah-sudah. Bloggercrony ini selalu memanjakan membernya lho, karena hadiah yang dibagikan tidak sedikit jumlahnya, bejibun dan nggak habis-habis. Gemas deh pokoknya. Saya berhasil mendapatkan 1 paket foto dari katalensaku, barokallah.


Serangkaian Acara Keluarga Jempolan di BloggerDay2021 di mulai dengan pembukaan acara oleh host mbak Gita Siwi, ada pengurus inti mas Fawwas, Mas Akbar, dan Co- founder dari BCC adalah Mas Satto Raji. Saya menyimak sambil memasak lho, hehehe ... ponsel saya berdirikan di meja dapur sembari mengiris bumbu untuk memasak. Pembukaan ini jadi membawa saya melayang ke tahun 2019, pas Bloggerday di Bandung. MasyaAllah, blogger dari seluruh nusantara berkumpul dan merayakan hari jadi bloggerday. Menghargai diri sendiri dan bertemu dengan teman sefrekuensi itu luar biasa. Sangat memacu semangat untuk berkarya dan memberikan yang terbaik. Tapi sebelum acara selanjutnya, eh mas Satto ngumumin pemenang posting di media sosial pagi itu. Nah, kan belum apa-apa udah bertabur hadiah. Sayangnya nama saya belum kepanggil ehehe ... 


Virtual Family Trip bareng Kak Idfi Pancani







 

Kami diajak berkeliling virtual trip ke USA, oleh Kang Idfi Pancani. Beliau professional freelancer MC, lisenced tour guide selamat 10 tahun sudah. MasyaAllah pantes banget gaya berceritanya enak, ngajak jalan-jalannya berasa beneran.

 

BCC Squad yang punya putra-putri, mereka juga diajak serta loh dalam virtual berkeliling USA ini. Dari naik pesawat, ke air terjun terbesar, ke aquarium, ke Disneyland dan lain sebagainya. Karena di rumah tidak ada anak kecil, saya dan mas suami menikmati virtual tripnya. Berasa lagi hanimun loh, hahaha ... Kang Idli membawa suasana menjadi hangat.

 

Sesi virtual trip selesai, kami diajak untuk main games Kahoot, dan juga mengumumkan siapa yang mendapatkan pernghargaan most wanted blog award 2021. Barokallah selamat buat mba Herva Yulyanti, dengan blog bundameera dot comnya.

 

 

Blogger Hangout Senjakala Content Creator


 






Sesi selanjutnya yakni menambah ilmu tentang Senjakala Content Creator, yang diampu oleh Kang Maman Suherman, dan Mas Shafiq Pontoh. Tidak lupa ditemani oleh moderator kece, Mbak Helen Simarmata.

 

Kang Maman dalam sesi sharing membagikan dan menegaskan pentingnya content creator itu menguasai bahasa, komunikasi yang baik, kreativitas, kolaborasi, pemikiran kritis, budaya dan kewargaan. Eranya sekarang kan kolaborasi, maka jadikan musuh sebagai teman bukan lawan.

 

Sementara Mas Shafiq membagikan teknik 5W+1H dan memberikan penekanan agar kita fokus disatu bidang. Tidak semuanya diambil yang malah akhirnya nggak kegarap, namun pilih satu saja yang akan menjadikan kita expert di bidangnya. Selain itu seorang content writing harus memperkuat networking, dan memelajari algoritma sosial media.



Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

 

 


Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh




Sesi ketiga diisi oleh Psikolog klinis Mbak Ifa H. Misbach, dan Mbak Kania Safitri. Moderatornya masih mbak Helen Simarmata, yang sudah seger karena habis mandi kayaknya bajunya udah beda ehehe ... Acara ketiga dimulai pada pukul 16:00 - 17.00 WIB masih via zoom yang sama.

 

Dalam mendampingin anak belajar daring, orangtua harus memastikan pembelajaran dari sekolah yang berpindah daring ini berjalan lancar. Makanya sebagai seorang ibu harus pinter ngurus rumah, biar bikin konten dan ngurus suami beserta anak lancar. Meski di rumah saya belum ada anak kecil, tapi tetap saja saya repot juga harus mengurus mertua dua yang sudah sepuh. Kudu pinter bagi waktunya, soalnya emak kan udah nggak bisa jalan. Apa-apa harus diurusin saya dan suami, dari mandi, makan, BAB-BAK dan lain sebagainya. Justru yang sepuh begini makin rewelnya, kalau bayi cuman bisa nangis kalau orang tua? Masih bisa mendebat, sabarnya harus ekstra banget.

 

Untuk Mbak Ifa, diberikan materi pola mengasuh anak yang baik dan benar. Berkata kasar dan membentak tidak dibenarkan, saya sering nih hampir setiap hari mendengar omelan tetangga depan rumah kepada anaknya. Dibentak, digertak, dimarahi, kadang juga dikeplak gitu. Memang sih seorang ibu rumah tangga mudah stres, dengan banyak pekerjaan yang harus dibereskan sehingga kurang adanya waktu berleha-leha dengan diri sendiri. Namun, di situlah seninya dalam merawat. Baik anak-anak ataupun orang tua, harus rileks dan memberikan kasih sayang yang penuh.



Terima Kasih Banyak untuk Bloggercrony dan Seluruh Pendukung Acara

 

 






Sebuah acara yang sukses tidak bisa dikerjakan oleh seorang diri, tetapi membutuhkan dukungan dari semua pihak. Demikian juga dengan acara BloggerDay2021. Ada banyak sekali pendukung dibalik layar, di mulai dari bloggerprenur dengan supportnya, dan KITATAMA Event. Belum lagi narasumber yang sudah membagikan ilmu dengan gratis, host yang senantiasa tampil prma, moderator yang sigap sedia, dan peserta yang menyukseskan acara. Semuanya bersatu dan membaur menikmati keseruan acara.

 

Siapa saja bloggerprenur yang sudah memberikan supportnya dalam #BloggerDay2021? Ini dia mereka :

 

@duorajistore

@katalensaku.photoworks

@ebigsoo_fashion_

@anesacooking

@geraiaksesoris2

@aykoprojects

@makarame

@resepdapurayah

@dapursesukahati

@hennahijab_collection

@asiboostertea

@kitatama.id

@sreehandmate

@photo_coffee_

 

Luar biasa bukan pendukung acaranya? Meski pandemi mereka tidak lelah untuk berbagi, justru melimpahkan materi dan rejeki. Semoga Allah membalas kebaikan yang lebih banyak lagi, ya teman-teman. Terima kasih untuk semuanya.

 

Siapa saja narasumber dan moderaotr kece di #BloggerDay2021? Ini dia mereka:

 

  • Virtual trip bareng @idfipancani ke Disneyland USA
  • Sharing enjakala content creator bareng @shafiqpontoh dan @kangmaman1965
  • Belajar jarak jauh di masa pandemi oleh Teh @ifa_h.misbach dan mbak @kaniasafitrii pola asuh anak.
  • Moderator cantik kak @helenasimarmata dan host dengan suara emas Kak @gitasiwi_ Eh, ada Pak Lurah juga @sattoraji

 

    Allhamdulillah semoga kerjasama yang saling mendukung dan menguatkan antara keluarga bloggercrony dengan BCC Squad semakin memberikan inspirasi agar kita juga menjadi pribadi yang lebih baik, lebih positif, dan lebih produktif. Temenannya nggak hanya di dunia pokoknya, tapi semoga bisa sampai meraih surganya. Sukses bersama, sukses dengan rido-Nya. Aamiin.

Komentar

  1. Tidak hanya rejeki persaudaraan saya dapatkan, tetapi juga rejeki yang berbentuk materi, ilmu, dan saling mendukung untuk menorehkan karya.

    Bener bangeett, Kak.
    Banyak hal2 menarik, wawasan baru yg aku dapatkan juga dari komunitas BCC
    Keren khanmaeeennn

    BalasHapus
  2. mbaaak, sama kayak aku
    aku pandemi kemarin juga ngerawat mbah uti
    2 minggu lalu, beliau udah kembali ke pemiliknya
    3 hari sebelumnya, kami bawa beliau ke RS
    katanya reaktif. tapi mungkin karena demam ya, suhunya tinggi
    yang awalnya harusnya dirawat di kamar isi 2 orang
    jadinya malah di kamar VIP yang judulnya ruang iso. alias ruang isolasi, hahaha
    kan khawatir kenapa-napa ya. tapi saudara boleh jenguk
    dan hmm kamar ini bekas kamar covid sih menurut dugaanku, hahaha
    aku sedih kehilangan beliau
    semoga mbak dan keluarga baik-baik aja yaaa

    BalasHapus
  3. eh btw aku ada fotonya. kisahnya ada sedikit. tapi belom kuceritain semuanya. kudu ada postingan spesial. tapi ini ada beberapa kisahnya meski sedikit. boleh dibaca mbak. tak taruh sini ya linknya. bukan link hidup kok
    https://www.halokakros.com/2021/03/keluarga-jempolan.html

    BalasHapus
  4. Acara Blogger Day kemarin memang keren selain itu materi-materi yang disampaikan sesuai banget dengan kondisi saat ini. Doa terbaik untuk ibu mertua semoga beliau bisa pulih seperti sedia kala, aamiin. Kebetulan aku juga sempat mengalami betapa ribetnya berobat apalagi sampai rawat inap di tengah pandemi.

    BalasHapus
  5. Hmm, acara vitual yang mengasyikkan begini tentu menjadi hiburan yang sangat berharga di tengah pandemi. Memang sudah saatnya kita berdamai dengan kondisi ini agar hidup kita bisa terus berlanjut.

    BalasHapus
  6. Banyak yang gitu, butuh banget ke RS tapi takut dikoronakan. Itu alasan klasik dan membuat saya benar-benar sedih. Ulah hoax dan penanganan yang keteteran membuat rasa percaya warga menipis.
    Semoga mertuanya cepat sembuh ya....

    BalasHapus
  7. Kegiatan yang berfaedah selama di rumah. Masa pandemi bukanlah alasan untuk diam begitu saja, bisa produktif mengikuti acara virtual.

    BalasHapus
  8. meriah banget acara blogger crony ini ya kak, walaupun dilakukan secara daring tapi keseruannya beneran terasa menyenangkan. pasti anggotanya bahagia semuanya.

    BalasHapus
  9. Bangga deh aku bisa jadi bagian dari keluar besar blogger cronny, karena memang konunitasnya sebagus itu dan pengurusnya pada humble bgt semuanya

    BalasHapus
  10. Keren banget ya semangat yang diusung Bloggercrony, seperti tetap menjalin networking setelah acara selesai. Aku harap tahun depan masih ada BloggerDay lagi, dan aku kepilih buat ikutan lagi, hehehe..

    BalasHapus
  11. Berdamai dengan pandemi ini sungguh sulit di awal yaa, Nyi.
    Alhamdulillah seiring dengan waktu, manusia bisa beradaptasi.
    Alhamdulillah,
    Adanya Blogger Day memungkinkan para blogger berkumpul secara virtual dan mendapatkan ilmu mengenai dunia blogger.

    Selamat Ulang Tahun Blogger Crony.
    Semoga semakin berkah dan memayungi anggotanya dengan hangat.

    BalasHapus
  12. Wah seneng banget bisa ikut Blogger Day ya tahun ini aku ga ikut nih soale kemarin sibuk bolak balik RS huhu semoga tahun depan bisa ikutan.

    BalasHapus
  13. Ternyata beneran seruuu sekali acara Blogger Day dari Blogger Crony ini, lengkap lengkip dan terasa kehangatannya. Pengin ikut :' sayang sekali kemarin daftar nggak lolos :'

    BalasHapus

Posting Komentar