Cara Masuk IGD Sebagai Pengantar Bukan Pasien

Posting Komentar

 

Cara Masuk IGD Sebagai Pengantar Bukan Pasien - MasyaAllah bulan Mei dan bulan Juni merupakan ujian besar banget buat saya. Suami yang persiapan akan bekerja di luar kota dengan kontrak sebulan, dan mertua perempuan yang meninggal. Anak sakit batuk pilek, dan keuangan yang memang lagi krisis banget.


cara masuk igd syarat masuk igd penyakit gawat darurat di igd
Cara Masuk IGD

 

Setelah keadaan lumayan tenang, kabar duka kembali datang. Bapak yang tahunan nggak pernah pulang, pergi dari rumah meninggalkan keluarga ditemukan orang di Kudus dan minta pulang. Parahnya dia nggak bisa apa-apa dan terluka.

 

Kekesalan, kekecewaan, kasihan, dan nggak tahu harus bagaimana bertindak campur aduk. Berusaha menerima dan membawa pulang, kemudian di rawat di rumah ternyata membuat keluarga jadi saling berseteru dan ibuk ikutan tumbang. Astagfirullah haladzim, cobaan terberat nih. Takut, dan trauma akan masa lalu kembali berkelebat.

 

Curhatan di atas menjadi pengantar postingan kali ini nih, karena tidak memiliki KTP yang katanya hilang. Tapi kami harus membawa berobat agar penanganan jadi lebih baik, saya nekat cuma modal KK dan askes lama ke rumah sakit. Pilihan langsung ke IGD rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit PKU Aisyiah 'Aisyiyah Kendal.

 

Cara Masuk IGD

 

Sebenarnya saya masuk ke IGD sudah 4 kali, dua kali pas saya hamil, dua kali pas si bayi cantik saya Gendis sakit, dan ditambah ngurus bapak kali ini. Total 5 kali. Kalau biasanya jadi pasien, mendampingi, kali ini saya yang harus mengurus administrasi.

 

Membawa bapak ke rumah sakit untuk mendapat perawat sepakat kami lakukan, masalahnya jatuh dan tidak bisa jalan ini bukan penyakit sepele. Yang bergerak hanya bisa tangan dan kaki, sementara keadaan rumah sedang tidak baik-baik saja.

 

Jadi apa yang harus kita lakukan setelah masuk IGD? Dan bagaimana cara masuk IGD atau syarat masuk IGD itu apa? Ini dia alur pelayanan IGD.

 

Syarat masuk IGD


cara masuk igd syarat masuk igd penyakit gawat darurat di igd
syarat masuk igd


 

IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang disediakan oleh rumah sakit, merupakan salah satu pintu masuk untuk pasien yang akan menjalani rawat inap. Jadi mereka yang sedang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, atau kesehatan tiba-tiba menurun entah karena apa pun itu langsung saja datang ke IGD. Tidak peduli BPJS rujukannya bukan di rumah sakit tersebut.

 

Namun dari pihak rumah sakit akan melakukan anamnese awal, adalah skrining kondisi dan seberapa parah tingkat kegawatdaruratan medis yang dialami penderita. Barulah administrasi mulai mengikuti proses yang dibilang dokter yang bertugas. Kemudian harus apa? Ini selengkapnya :

 

  • Pasien dan keluarga datang ke IGD pada zona penurunan
  • Pasien dibawa ke kasur dan dicek oleh perawat yang bertugas. 1 anggota keluarga menunggu yang tahu kronologi dan 1 lagi anggota keluarga menuju meja administrasi untuk mendaftarkan
  • Setelah dokter dan perawat melakukan Pemeriksaan awal dan mengetahui apa yang dikeluhkan pasien. Keputusan akan diambil apakah rawat inap atau tidak
  • Anggota keluarga menuju ke pendaftaran lagi adn mengisi form dengan banyak tanda tangan sebagai walinya
  • Dari petugas loket pendaftaran inilah kita akan tau pasien bisa menggunakan BPJS atau tidak dan mendapatkan akses kelas berapa, yang sesuai kepesertaan pasien tersebut
  • Setelah pendaftaran oke, pasien dan keluarga diminta untuk menunggu disiapkan ruangan
  • Setelah ruangan didapatkan, perwakilan keluarga diminta untuk tanda tangan lagi dan bersama perawat menuju kamar yang akan ditempati
  • Cukup menyertakan KK, karena di sana ada NIK pasien. Tetapi kalau ada KTP, malah lebih baik

 

Semoga pengalaman penyakit gawat darurat di IGD ini dapat membantu siapa saja yang masih butuh informasi bagaimana syarat masuk IGD. Salam.

 

Related Posts

Posting Komentar